Expect Problems and Eat them for Breakfast!

01:09



Suatu hari temen saya ulang tahun. Datang ke kontrakan dengan segudang niat ngajakin makan-makan.Lalu, saya dan tmen saya bernama ponari pergi ke sebuah warung kucingan dekat kontrakan .kami lihat masih ada 2 tempat yang kosong, langsung kami duduk dan pesan nasi lauk sambel. Beberapa menit kemudian pesanan pun datang dan tanpa menunggu lama kami langsung menyantap hidangan.Setelah kenyang kami bergegas memanggil penjualnya,
Ane : "Kang udah kang,nasi lauk sambel".
Penjual : "kikuk (baca : oke,sambil mengetikan harganya di kalkulator)"

Ane : "Kremesan gorengan" 
Penjual : "kikuk"
Ane : "Es batu sak teko"
Penjual : "kikuk"
Ane : "udah kang,piro kang?"

Penjual : "(dilihatnya kalkulatornya lalu bilang) sak milyar mas"
Disitu Ponari langsung kelabakan dan bingung.Dia tidak sanggup membayarnya.Alhasil dia ngebon (baca : ngutang).keesokan harinya Ponari ditemukan meninggal bunuh diri karena tak sanggup membayar utang itu.

Dari cerita diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa masalah yang dihadapi Ponari adalah terjerat utang,tidak sanggup melunasinya lalu bunuh diri karena tidak kuat menghadapinya.


Masalah itu adalah kenyataan hidup kang, yang harus kita hadapi dalam kehidupan walau itu sangat berat. Tanpa masalah tak mungkin manusia bisa berkembang dan eksis dalam hidupnya. Karena masalah hakekatnya adalah hidup.Kalau mau hidup harus siap untuk menghadapi masalah, apapun masalah yang dihadapi,Anggap sebagai sarapan.


Yok kang bersama-sama belajar buat menghadapi hidup, atau malah hanya mau jadi pengecut?. Pengecut yang tak mau mengahadapi masalah hidup untuk hidup. Percaya deh  gak bakalan ada tempat bagi seorang pengecut di dunia ini. Kecuali hanya akan menjadi permainan hidup para pengecut lainnya.


Jangan tiru cerita diatas ya,semua tokoh dan cerita hanya fiktif belaka.



Medusakick - Beginning of a Story
medusakick@gmail.com

You Might Also Like

0 comments

Our Company

Instagram